Persepsi
Anggota Terhadap
Kualitas
Pelayanan Koperasi Unit Desa
Di
Kabupaten Sleman
Sumadi (Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas
Islam Indonesia)
Sumber:
Analisa data primer 1999
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran sekilas
anggota Koperasi Unit Desa Kabupaten
Sleman.
Berbagai gambaran yang dikemukakan
pada penelitian ini meliputi usia, perbedaan tingkat pendidikan dan frekuensi
penggunaan jasa KUD bagi para anggotanya. Masing-masing gambaran itu adalah
seperti yang dilaporkan berikut ini.
Gambaran tentang
usia anggota.
Dapat diketahui bahwa usia paling
banyak anggota saat ini antara 40 - 49 tahun. Di usia tersebut manusia sedang
dalam masa produktif dan mulai mengalami kematangan dalam hidupnya, sehingga
kesadaran dan kemauan untuk ikut lebih aktif dalam mengembangkan organisasal
diharapkan cukup besar. Berdasarkan data tersebut bilamana dihitung rata- rata
usia anggota KUD saat ini adalah 49,50 tahun.
Gambaran tentang
tingkat pendidikan anggota KUD
Diketahui bahwa bagian terbesar
tingkat pendidikan para anggota KUD di daerah sampel penelitian masih rendah
yaitu Sekolah Dasar yang mencapai 51 %. Jumlah ini bilamana diakumulasikan
dengan mereka yang tidak tamat Sekolah Dasar berjumlah66%. Dengan kenyataan
inimaka kemungkinan besar diketemukannya banyak kendala dalam pembinaan KUD di
Kabupaten Sleman pada umumnya akan sering atau malahan selalu dijumpai.
Gambaran
frekuensi dan keaktifan anggota menggunakan jasa
Dapat diketahul bahwamereka yang aktif
dan selalu menggunakan jasa KUD sebanyak 32%, anggota yang sering menggunakan
24%, jarang 35%, tidak pernah 9%. Dengan demikian mereka yang menggunakan jasa
KUD secara kumulatif ada 91%. Porsi ini dapat dikatakan sangat bagus, sebab mereka
adalah para anggota yang selalu, sering dan kadang-kadang menggunakan jasa KUD.
Mereka yang tidak pernah jumlahnya sangat kecil, yaitu 9%.
PERSEPSI ANGGOTA TERHADAP
KUALITAS PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA
Hasil - hasil penelitian tentang
persepsi anggota.
Secara umum angka rata-rata persepsi
anggota terhadap kualitas pelayanan Koperasi Unit Desa (KUD) di Sleman adalah
2,90, angka ini berada pada interval 2,51 - 3,25 , dengan demikian maka secara
umum kualitas pelayanan KUD dipersepsikan sudah bagus.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan
bahwa anggota merasakan dan menilai baik atas kualitas pelayanan Koperasi
UnitDesa di Sleman , namun hal ini masih belum cukup dan banyak hal-hal yang
masih perlu dilihat secara lebih rinci, sebab permasalahan-permasalahan yang
dapat timbul umumnya berasal dari setiap variabel, elemen, setiap jenis usaha
atau malahan unit yang paling kecil. Berkaitan dengan pertimbangan analisis
yang lebih kecil ini pada tabel 6. Berikut ini dapat diketahui ringkasan hasil
penelitian yang lebih terperinci untuk setiap kelompok variabelnya, skore
masing-masing kelompok variabel di dua
daerah penelitian, dan hasil uji perbedaannya atau analysis of variancenya.
Ringkasan hasil penelitian
tentang skore kualitas pelayanan (tabel 7)
Penelitian kualitas pelayanan KUD ini
menggunakan indicator 5 variabel pokok, yaitu penyediaan barang-barang sarana
produksi pertanian, penyediaan barang konsumsi, unit pelayanan warung telekomunikasi
(wartel), sistem pelayanan dan organisasi/kelembagaan. Skore rata-rata hasil
penilaian anggota KUD di Sleman telah dilaporkan pada tabel 7. Tabel tersebut
memuat skore rata-rata di KUD Mlati, KUD Turi, skore rata-rata di dua KUD,
angka uji F hitungnya, F tabel dan kolom kesimpulan.
Setelah diuji signifikansi perbedaan
kualitas pelayanan diantara kedua KUD, dan hasilnya secara umumternyata berbeda,
namun apabila di nilai dari skore rata-rata untuk kelima variabel, baik untuk
KUD Mlati, KUD Turi dan rata-rata untuk keduanya hasilnya berada pada interval
angka 2,51 - 3,25. Hal ini berarti tingkat kualitas pelayanan KUD diMlati, Turi
dan secara umumdi Kabupaten Sleman adalah baik.
Selanjutnya, apabila lebih dicermati
untuk setiap unsur-unsur teknis pelayanan, dapat diketahui yang cenderung,
mendekati kurang memuaskan atau dinilai jelek adalah:
·
Penyediaan
sarana produksi pertanian yang berupa penyediaan obatobatan dan bibit, baik
untuk KUD Mlati, KUD Turi dan secara umum, sebab angkanya dibawah 2,50.
·
Pengadaan
barang konsumsi, di KUD Mlati nilai skore angkanya berada pada kelompok jelek.
Sedangkan di KUD Turi malah tidak ada pelayanan sama sekali.
·
Organisasi
dan kelembagaan yang berupa belum adanya rasa bangga sebagai anggota KUD Mlati
Unsur-unsur yang dinilai kurang
bagus kualitas pelayanannya adalah:
·
Pengadaan
saprotan yang berupa penyediaan pupuk
·
Sistem
Pelayanan yang berupa kepedulian koperasi terhadap para anggota, akurasi
catatan listrik.
·
Organisasi
dan kelembagaan, yang berupa perasaan ikut memiliki, kebanggaan, kerja pengurus
dan pengurusanKreditUsaha Tani (KUT).
Sedangkan unsur-unsur yang telah di
nilai baik oleh para anggota adalah:
Sistem pelayanan yang berupa
ketepatanwaktu dalammelayani anggota, kecepatan dalam melayani anggota,
keramahan karyawan, penanganan gangguan listrik dan pelayanan pembayaran
rekening listrik.Untuk organisasi dan kelembagaan yang telah dinilai baik
adalah kerja karyawan.
DAFTAR PUSTAKA :
Aaker, David a.
and Day, George S. (1990), Marketing Research, Fourth Edition,
Singapore: JohnWiley and Sons.
Adang Sunarko (1997),
Atribut Ekstrinsik Produk sebagai indikator perceived quality dalam keputusan
membeli, Thesis Magister Manajemen Ull, Yogyakarta: MM UII, unpublished.
Anwar Prabu
Mangkunegoro (1988), Perilaku Konsumen, Bandung: PT Eresco.
Departemen
Perdagangan dan Koperasi (1985), Pedoman Pelaksanaan Penelitian dan
Pembinaan Koperasi-Koperasi Unit Desa, Bandung: Rineka Cipta.
Denis T. Smart
(1982), “Consumer Satisfication Research”, A Review in Consumer Behavior:
Clasical and ContemporMDimensions, Boston: Little Brown and Co.
Fandy Ciptono
dan Anastasia Diana ( 1995 ), Total Quality Management, Yogyakarta: andi
Offset.
Horton,Raymond
L. (1984), Buyer Behavior:Adecision Making Approach, Columbus, Ohio:
Charles E. Merrill Publishing Company.
Kotler, Phillip (1997),MarketiniManagement:
Analysis, Planning, Implementation, and Concept, ninth edition, Singapore :
Prentice Hall
Juran, JM.
(1988), Juran on Planniniz forQuality, London : The Free Press.
Loudon, David L.
and Bitta,Albert J. (1993), Consumer Behavior, Fourth Edition,
Singapore: McGraw-Hill International Editions.
Panji Anoraga
dan Ninik Widiyanti (1993), Dinamika Koperasi, cetakan pertama, Bandung:
Rineka Cipta.
Parasuraman,A.
Zeithaml,ValarieA. ang Berry, Leonard L. (1985), A conceptual Model of Service
Quality and Its Implications for Future Research”, Journal of Marketing,
Vol. 49 (Fall 1985), pp 41 - 5 0, New York: AMA
Vincent Gasperz
(1997), Manajemen Bisnis Total, Jakarta: PT Gramedia. Zelthaml,ValarleA.
(1988), Consumer Perceptions of Price, Quality, and Value: AMeans - End Model
and Synthesis of Evidence, Journal of Marketiniz Vol. 52 (July 1988 ),
pp. 2 - 22, New York: AMA
Zlkmund, William
G. (1994), Exploring Marketing Research, Fifth Edition, Orlando : The
Dryden Press.
Nama : Najwan / 25212226

Tidak ada komentar:
Posting Komentar