Minggu, 17 November 2013

Review 1 : Persepsi Anggota Terhadap Kualitas Pelayanan Koperasi Unit Desa Di Kabupaten Sleman



Persepsi Anggota Terhadap
Kualitas Pelayanan Koperasi Unit Desa
Di Kabupaten Sleman
Sumadi (Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia)
Sumber: Analisa data primer 1999

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran sekilas anggota Koperasi Unit Desa Kabupaten
Sleman.
            Berbagai gambaran yang dikemukakan pada penelitian ini meliputi usia, perbedaan tingkat pendidikan dan frekuensi penggunaan jasa KUD bagi para anggotanya. Masing-masing gambaran itu adalah seperti yang dilaporkan berikut ini.

Gambaran tentang usia anggota.

            Dapat diketahui bahwa usia paling banyak anggota saat ini antara 40 - 49 tahun. Di usia tersebut manusia sedang dalam masa produktif dan mulai mengalami kematangan dalam hidupnya, sehingga kesadaran dan kemauan untuk ikut lebih aktif dalam mengembangkan organisasal diharapkan cukup besar. Berdasarkan data tersebut bilamana dihitung rata- rata usia anggota KUD saat ini adalah 49,50 tahun.

Gambaran tentang tingkat pendidikan anggota KUD

            Diketahui bahwa bagian terbesar tingkat pendidikan para anggota KUD di daerah sampel penelitian masih rendah yaitu Sekolah Dasar yang mencapai 51 %. Jumlah ini bilamana diakumulasikan dengan mereka yang tidak tamat Sekolah Dasar berjumlah66%. Dengan kenyataan inimaka kemungkinan besar diketemukannya banyak kendala dalam pembinaan KUD di Kabupaten Sleman pada umumnya akan sering atau malahan selalu dijumpai.

Gambaran frekuensi dan keaktifan anggota menggunakan jasa

            Dapat diketahul bahwamereka yang aktif dan selalu menggunakan jasa KUD sebanyak 32%, anggota yang sering menggunakan 24%, jarang 35%, tidak pernah 9%. Dengan demikian mereka yang menggunakan jasa KUD secara kumulatif ada 91%. Porsi ini dapat dikatakan sangat bagus, sebab mereka adalah para anggota yang selalu, sering dan kadang-kadang menggunakan jasa KUD. Mereka yang tidak pernah jumlahnya sangat kecil, yaitu 9%.

PERSEPSI ANGGOTA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA



Hasil - hasil penelitian tentang persepsi anggota.

            Secara umum angka rata-rata persepsi anggota terhadap kualitas pelayanan Koperasi Unit Desa (KUD) di Sleman adalah 2,90, angka ini berada pada interval 2,51 - 3,25 , dengan demikian maka secara umum kualitas pelayanan KUD dipersepsikan sudah bagus.

            Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa anggota merasakan dan menilai baik atas kualitas pelayanan Koperasi UnitDesa di Sleman , namun hal ini masih belum cukup dan banyak hal-hal yang masih perlu dilihat secara lebih rinci, sebab permasalahan-permasalahan yang dapat timbul umumnya berasal dari setiap variabel, elemen, setiap jenis usaha atau malahan unit yang paling kecil. Berkaitan dengan pertimbangan analisis yang lebih kecil ini pada tabel 6. Berikut ini dapat diketahui ringkasan hasil penelitian yang lebih terperinci untuk setiap kelompok variabelnya, skore masing-masing  kelompok variabel di dua daerah penelitian, dan hasil uji perbedaannya atau analysis of variancenya.



Ringkasan hasil penelitian tentang skore kualitas pelayanan (tabel 7)




            Penelitian kualitas pelayanan KUD ini menggunakan indicator 5 variabel pokok, yaitu penyediaan barang-barang sarana produksi pertanian, penyediaan barang konsumsi, unit pelayanan warung telekomunikasi (wartel), sistem pelayanan dan organisasi/kelembagaan. Skore rata-rata hasil penilaian anggota KUD di Sleman telah dilaporkan pada tabel 7. Tabel tersebut memuat skore rata-rata di KUD Mlati, KUD Turi, skore rata-rata di dua KUD, angka uji F hitungnya, F tabel dan kolom kesimpulan.

            Setelah diuji signifikansi perbedaan kualitas pelayanan diantara kedua KUD, dan hasilnya secara umumternyata berbeda, namun apabila di nilai dari skore rata-rata untuk kelima variabel, baik untuk KUD Mlati, KUD Turi dan rata-rata untuk keduanya hasilnya berada pada interval angka 2,51 - 3,25. Hal ini berarti tingkat kualitas pelayanan KUD diMlati, Turi dan secara umumdi Kabupaten Sleman adalah baik.

            Selanjutnya, apabila lebih dicermati untuk setiap unsur-unsur teknis pelayanan, dapat diketahui yang cenderung, mendekati kurang memuaskan atau dinilai jelek adalah:

·         Penyediaan sarana produksi pertanian yang berupa penyediaan obatobatan dan bibit, baik untuk KUD Mlati, KUD Turi dan secara umum, sebab angkanya dibawah 2,50.

·         Pengadaan barang konsumsi, di KUD Mlati nilai skore angkanya berada pada kelompok jelek. Sedangkan di KUD Turi malah tidak ada pelayanan sama sekali.

·         Organisasi dan kelembagaan yang berupa belum adanya rasa bangga sebagai anggota KUD Mlati


Unsur-unsur yang dinilai kurang bagus kualitas pelayanannya adalah:

·         Pengadaan saprotan yang berupa penyediaan pupuk

·         Sistem Pelayanan yang berupa kepedulian koperasi terhadap para anggota, akurasi catatan listrik.

·         Organisasi dan kelembagaan, yang berupa perasaan ikut memiliki, kebanggaan, kerja pengurus dan pengurusanKreditUsaha Tani (KUT).

Sedangkan unsur-unsur yang telah di nilai baik oleh para anggota adalah:

            Sistem pelayanan yang berupa ketepatanwaktu dalammelayani anggota, kecepatan dalam melayani anggota, keramahan karyawan, penanganan gangguan listrik dan pelayanan pembayaran rekening listrik.Untuk organisasi dan kelembagaan yang telah dinilai baik adalah kerja karyawan.


DAFTAR PUSTAKA :

Aaker, David a. and Day, George S. (1990), Marketing Research, Fourth Edition, Singapore: JohnWiley and Sons.

Adang Sunarko (1997), Atribut Ekstrinsik Produk sebagai indikator perceived quality dalam keputusan membeli, Thesis Magister Manajemen Ull, Yogyakarta: MM UII, unpublished.

Anwar Prabu Mangkunegoro (1988), Perilaku Konsumen, Bandung: PT Eresco.

Departemen Perdagangan dan Koperasi (1985), Pedoman Pelaksanaan Penelitian dan Pembinaan Koperasi-Koperasi Unit Desa, Bandung: Rineka Cipta.

Denis T. Smart (1982), “Consumer Satisfication Research”, A Review in Consumer Behavior: Clasical and ContemporMDimensions, Boston: Little Brown and Co.

Fandy Ciptono dan Anastasia Diana ( 1995 ), Total Quality Management, Yogyakarta: andi Offset.

Horton,Raymond L. (1984), Buyer Behavior:Adecision Making Approach, Columbus, Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company.

Kotler, Phillip (1997),MarketiniManagement: Analysis, Planning, Implementation, and Concept, ninth edition, Singapore : Prentice Hall

Juran, JM. (1988), Juran on Planniniz forQuality, London : The Free Press.

Loudon, David L. and Bitta,Albert J. (1993), Consumer Behavior, Fourth Edition, Singapore: McGraw-Hill International Editions.

Panji Anoraga dan Ninik Widiyanti (1993), Dinamika Koperasi, cetakan pertama, Bandung: Rineka Cipta.

Parasuraman,A. Zeithaml,ValarieA. ang Berry, Leonard L. (1985), A conceptual Model of Service Quality and Its Implications for Future Research”, Journal of Marketing, Vol. 49 (Fall 1985), pp 41 - 5 0, New York: AMA

Vincent Gasperz (1997), Manajemen Bisnis Total, Jakarta: PT Gramedia. Zelthaml,ValarleA. (1988), Consumer Perceptions of Price, Quality, and Value: AMeans - End Model and Synthesis of Evidence, Journal of Marketiniz Vol. 52 (July 1988 ), pp. 2 - 22, New York: AMA

Zlkmund, William G. (1994), Exploring Marketing Research, Fifth Edition, Orlando : The Dryden Press.

 

Nama : Najwan / 25212226

Tidak ada komentar:

Posting Komentar