Persepsi
Anggota Terhadap
Kualitas
Pelayanan Koperasi Unit Desa
Di
Kabupaten Sleman
Sumadi (Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas
Islam Indonesia)
Sumber:
Analisa data primer 1999
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN
SARAN
Kesimpulan :
Setelah menganalisis data,
menghitung, menginterpretasikan hasil-hasil penelitian, maka beberapa
kesimpulanya dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.
Secara
umum Koperasi Unit Desa di Kabupaten dapat dikategorikan dalam koperasi yang
mempunyai usaha beraneka macam (multi purpose ). Unitmulti usaha
yang dijalankanmeliputi: (a) penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan)
yang berupa penjualan pupuk, obat-obatan pembasmi hama tanaman, peralatan
pertanian dan penjualan bibit untuk padi dan kedelai. (b). Penyediaan
barang-barang kebutuhan seharihari bagi para anggotanya seperti gula, teh,
barang kelontong, minyak goreng dan lain sebagainya. (c). unit usahawartel (d).
jasa pembayaran listrik dan (d). jasa simpan - pinjam seperti kredit candak
kulak, dan jasa pencucuran kredit usaha tani.
2.
Dalam
memberikan pelayanan KUD sebenarnya sudahmemiliki standar standar tertentu, misalnya
kualitas barang yang dijual mutunya jenis baik, lainnya yang diterangkan oleh
konsumen anggotanya, barang yang, disediakan harus yang banyak dibutuhkan oleh
para anggota, wakil pelayanan telah ditentukan, tempat pelayanan sudah
ditetapkan, karyawan yang melayaninya harus mempunyai kualifikasi pendidikan
dan keterampilan tertentu, dedikasi dan persyaratan-persyaratan lain
Ketentuan-ketentuan tersebut sebenarnyamerupakan standar pelayanan, namun KUD
belum menuliskan atau mendokumentasikan dalam bentuk tertulis, sehingga tidak
ada pedoman pelayanan yang baku yang dapat dibaca.
3.
Secara
umum angka rata-rata persepsi anggota terhadap kualitas pelayanan Koperasi Unit
Desa (KUD) di Sleman adalah 2,90, angka ini berapa persen interval 2,51 - 3,25
, dengan demikian maka secara umum-kualitas pelayanan KUD dipersepsikan relatif
bagus, bilamana angka batas standar yang, digunakan lebih dari 2,50. Namun
apabila angka standar yang digunakan maka kualitas pelayanan tersebut masih
kurang bagus.
4.
Sedangkan
unsur-unsur yang telah telah dinilai baik oleh peneliti adalah Sistem pelayanan yang berupa ketepatan waktu
dalam melayani anggota, kecepatan dalam melayani anggota, keramahan karyawan, perbaikan
gangguan listrik dan pelayanan pembayaran rekening listrik. Untuk organisasi
dan kelembagaan yang telah dinilai baik adalah kinerja karyawan.
Saran-saran
Saran-saran perlu disampaikan
dalamrangka peningkatan untuk kinerja Koperasi Unit Desa adalah:
·
Langkah
awal yang perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan adalah dari
sistemadministrasi dan manajemenKUD, sebab dari hasil pengamatan di lapangan
pekerjaan-pekerjaan yang termasuk administrasi seperti pembukuan, pengarsipan
dokumen masih belum teratur dan baik, sehingga menyulitkan pengendalian dan
koreksi. Di samping administrasi maka klualitas manajemen perlu ditingkatkan,
yatu dengan cara menambah wawasan, pengetahuan dari ketrampilan manajer dan
pimpinan KUD lainnya dengan diadakannya pendidikan jangka pendek, seperti
pelatihan, kursus atau lokakarya.
·
Manajemen
dan pengadaan sarana produksi penelitian masih dinilai jelak oleh para anggota,
untuk itu perlu ada usaha-usaha perbaikan. Cara yang ditempuh adalah dengan
penyediaan pupuk dari Jenis-jenis yang paling, dibutuhkan oleh anggota dimana
KUD tersebut berada dalam jumlah yang cukup, harga bersaing dengan toko lain,
fasilitas mengantar sampai ke tempat pembeli apabila pembelian dalam jumlah
besar. Pengadaan bibit padi, kedelai dan tanaman lain juga perlu ada, sesuai
dengan kebutuhan anggota di daerah KUD berdiri.
·
Manajemen
pergudangan untuk barang-barang sarana produksi pertanian perlumendapatkan
perhatian, sebab di lapangan banyak KUD yang kurang memperhatikan penyimpanan
pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya, sehingga mutu barang-barang
tersebut dapat turun, misalnya tempatnya lembab, atap bocor, lantai kurang
keras dan lainlainnya.
·
KUD
perlu melakukan langkah-langkah yang, dapat memberikan peningkatan rasa
ikutmemiliki dan rasa bangga bagi anggotanya, sebab skore rata-rataya rendah.
Langkah-langkah tersebut misalnya sering diadakannya pertemuan anggota di
tingkat Dusun yang dihadiri oleh pengurus, pimpinan KUD dan tenaga dari Dinas
Koperasi Kabupaten Sleman. Di samping itu perlu ditumbuhkan dari para anggota
bahwa mereka adalah yang paling mempunyai kepentingan terhadap keberadaan KUD,
bukan hal yang sebaliknya bahwa KUD ada untuk kepentingan para pengurus,
pimpinan dan pemerintah.
·
Koperasi
Unit Desa perlu menuliskan Jenis-jenis pelayangan yang dilakukannya beserta
standar-standar yang ditetapkan. Tulisan tersebut perlu dibukukan dan untuk
dapat dijadikan pedoman kepada segenap pimpinan dan karyawan.
DAFTAR PUSTAKA :
Aaker, David a.
and Day, George S. (1990), Marketing Research, Fourth Edition,
Singapore: JohnWiley and Sons.
Adang Sunarko (1997),
Atribut Ekstrinsik Produk sebagai indikator perceived quality dalam keputusan
membeli, Thesis Magister Manajemen Ull, Yogyakarta: MM UII, unpublished.
Anwar Prabu
Mangkunegoro (1988), Perilaku Konsumen, Bandung: PT Eresco.
Departemen
Perdagangan dan Koperasi (1985), Pedoman Pelaksanaan Penelitian dan
Pembinaan Koperasi-Koperasi Unit Desa, Bandung: Rineka Cipta.
Denis T. Smart
(1982), “Consumer Satisfication Research”, A Review in Consumer Behavior:
Clasical and ContemporMDimensions, Boston: Little Brown and Co.
Fandy Ciptono
dan Anastasia Diana ( 1995 ), Total Quality Management, Yogyakarta: andi
Offset.
Horton,Raymond
L. (1984), Buyer Behavior:Adecision Making Approach, Columbus, Ohio:
Charles E. Merrill Publishing Company.
Kotler, Phillip (1997),MarketiniManagement:
Analysis, Planning, Implementation, and Concept, ninth edition, Singapore :
Prentice Hall
Juran, JM.
(1988), Juran on Planniniz forQuality, London : The Free Press.
Loudon, David L.
and Bitta,Albert J. (1993), Consumer Behavior, Fourth Edition,
Singapore: McGraw-Hill International Editions.
Panji Anoraga
dan Ninik Widiyanti (1993), Dinamika Koperasi, cetakan pertama, Bandung:
Rineka Cipta.
Parasuraman,A.
Zeithaml,ValarieA. ang Berry, Leonard L. (1985), A conceptual Model of Service
Quality and Its Implications for Future Research”, Journal of Marketing,
Vol. 49 (Fall 1985), pp 41 - 5 0, New York: AMA
Vincent Gasperz
(1997), Manajemen Bisnis Total, Jakarta: PT Gramedia. Zelthaml,ValarleA.
(1988), Consumer Perceptions of Price, Quality, and Value: AMeans - End Model
and Synthesis of Evidence, Journal of Marketiniz Vol. 52 (July 1988 ),
pp. 2 - 22, New York: AMA
Zlkmund, William
G. (1994), Exploring Marketing Research, Fifth Edition, Orlando : The
Dryden Press.
Nama : Najwan / 25212226
Tidak ada komentar:
Posting Komentar