Minggu, 17 November 2013

Review 2 : Persepsi Anggota Terhadap Kualitas Pelayanan Koperasi Unit Desa Di Kabupaten Sleman



Persepsi Anggota Terhadap
Kualitas Pelayanan Koperasi Unit Desa
Di Kabupaten Sleman
Sumadi (Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia)
Sumber: Analisa data primer 1999

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan :

            Setelah menganalisis data, menghitung, menginterpretasikan hasil-hasil penelitian, maka beberapa kesimpulanya dapat dikemukakan sebagai berikut:

1.      Secara umum Koperasi Unit Desa di Kabupaten dapat dikategorikan dalam koperasi yang mempunyai usaha beraneka macam (multi purpose ). Unitmulti usaha yang dijalankanmeliputi: (a) penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan) yang berupa penjualan pupuk, obat-obatan pembasmi hama tanaman, peralatan pertanian dan penjualan bibit untuk padi dan kedelai. (b). Penyediaan barang-barang kebutuhan seharihari bagi para anggotanya seperti gula, teh, barang kelontong, minyak goreng dan lain sebagainya. (c). unit usahawartel (d). jasa pembayaran listrik dan (d). jasa simpan - pinjam seperti kredit candak kulak, dan jasa pencucuran kredit usaha tani.

2.      Dalam memberikan pelayanan KUD sebenarnya sudahmemiliki standar standar tertentu, misalnya kualitas barang yang dijual mutunya jenis baik, lainnya yang diterangkan oleh konsumen anggotanya, barang yang, disediakan harus yang banyak dibutuhkan oleh para anggota, wakil pelayanan telah ditentukan, tempat pelayanan sudah ditetapkan, karyawan yang melayaninya harus mempunyai kualifikasi pendidikan dan keterampilan tertentu, dedikasi dan persyaratan-persyaratan lain Ketentuan-ketentuan tersebut sebenarnyamerupakan standar pelayanan, namun KUD belum menuliskan atau mendokumentasikan dalam bentuk tertulis, sehingga tidak ada pedoman pelayanan yang baku yang dapat dibaca.

3.      Secara umum angka rata-rata persepsi anggota terhadap kualitas pelayanan Koperasi Unit Desa (KUD) di Sleman adalah 2,90, angka ini berapa persen interval 2,51 - 3,25 , dengan demikian maka secara umum-kualitas pelayanan KUD dipersepsikan relatif bagus, bilamana angka batas standar yang, digunakan lebih dari 2,50. Namun apabila angka standar yang digunakan maka kualitas pelayanan tersebut masih kurang bagus.

4.      Sedangkan unsur-unsur yang telah telah dinilai baik oleh peneliti adalah  Sistem pelayanan yang berupa ketepatan waktu dalam melayani anggota, kecepatan dalam melayani anggota, keramahan karyawan, perbaikan gangguan listrik dan pelayanan pembayaran rekening listrik. Untuk organisasi dan kelembagaan yang telah dinilai baik adalah kinerja karyawan.












Saran-saran

            Saran-saran perlu disampaikan dalamrangka peningkatan untuk kinerja Koperasi Unit Desa adalah:

·         Langkah awal yang perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan adalah dari sistemadministrasi dan manajemenKUD, sebab dari hasil pengamatan di lapangan pekerjaan-pekerjaan yang termasuk administrasi seperti pembukuan, pengarsipan dokumen masih belum teratur dan baik, sehingga menyulitkan pengendalian dan koreksi. Di samping administrasi maka klualitas manajemen perlu ditingkatkan, yatu dengan cara menambah wawasan, pengetahuan dari ketrampilan manajer dan pimpinan KUD lainnya dengan diadakannya pendidikan jangka pendek, seperti pelatihan, kursus atau lokakarya.

·         Manajemen dan pengadaan sarana produksi penelitian masih dinilai jelak oleh para anggota, untuk itu perlu ada usaha-usaha perbaikan. Cara yang ditempuh adalah dengan penyediaan pupuk dari Jenis-jenis yang paling, dibutuhkan oleh anggota dimana KUD tersebut berada dalam jumlah yang cukup, harga bersaing dengan toko lain, fasilitas mengantar sampai ke tempat pembeli apabila pembelian dalam jumlah besar. Pengadaan bibit padi, kedelai dan tanaman lain juga perlu ada, sesuai dengan kebutuhan anggota di daerah KUD berdiri.

·         Manajemen pergudangan untuk barang-barang sarana produksi pertanian perlumendapatkan perhatian, sebab di lapangan banyak KUD yang kurang memperhatikan penyimpanan pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya, sehingga mutu barang-barang tersebut dapat turun, misalnya tempatnya lembab, atap bocor, lantai kurang keras dan lainlainnya.

·         KUD perlu melakukan langkah-langkah yang, dapat memberikan peningkatan rasa ikutmemiliki dan rasa bangga bagi anggotanya, sebab skore rata-rataya rendah. Langkah-langkah tersebut misalnya sering diadakannya pertemuan anggota di tingkat Dusun yang dihadiri oleh pengurus, pimpinan KUD dan tenaga dari Dinas Koperasi Kabupaten Sleman. Di samping itu perlu ditumbuhkan dari para anggota bahwa mereka adalah yang paling mempunyai kepentingan terhadap keberadaan KUD, bukan hal yang sebaliknya bahwa KUD ada untuk kepentingan para pengurus, pimpinan dan pemerintah.

·         Koperasi Unit Desa perlu menuliskan Jenis-jenis pelayangan yang dilakukannya beserta standar-standar yang ditetapkan. Tulisan tersebut perlu dibukukan dan untuk dapat dijadikan pedoman kepada segenap pimpinan dan karyawan.










DAFTAR PUSTAKA :

Aaker, David a. and Day, George S. (1990), Marketing Research, Fourth Edition, Singapore: JohnWiley and Sons.

Adang Sunarko (1997), Atribut Ekstrinsik Produk sebagai indikator perceived quality dalam keputusan membeli, Thesis Magister Manajemen Ull, Yogyakarta: MM UII, unpublished.

Anwar Prabu Mangkunegoro (1988), Perilaku Konsumen, Bandung: PT Eresco.

Departemen Perdagangan dan Koperasi (1985), Pedoman Pelaksanaan Penelitian dan Pembinaan Koperasi-Koperasi Unit Desa, Bandung: Rineka Cipta.

Denis T. Smart (1982), “Consumer Satisfication Research”, A Review in Consumer Behavior: Clasical and ContemporMDimensions, Boston: Little Brown and Co.

Fandy Ciptono dan Anastasia Diana ( 1995 ), Total Quality Management, Yogyakarta: andi Offset.

Horton,Raymond L. (1984), Buyer Behavior:Adecision Making Approach, Columbus, Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company.

Kotler, Phillip (1997),MarketiniManagement: Analysis, Planning, Implementation, and Concept, ninth edition, Singapore : Prentice Hall

Juran, JM. (1988), Juran on Planniniz forQuality, London : The Free Press.

Loudon, David L. and Bitta,Albert J. (1993), Consumer Behavior, Fourth Edition, Singapore: McGraw-Hill International Editions.

Panji Anoraga dan Ninik Widiyanti (1993), Dinamika Koperasi, cetakan pertama, Bandung: Rineka Cipta.

Parasuraman,A. Zeithaml,ValarieA. ang Berry, Leonard L. (1985), A conceptual Model of Service Quality and Its Implications for Future Research”, Journal of Marketing, Vol. 49 (Fall 1985), pp 41 - 5 0, New York: AMA

Vincent Gasperz (1997), Manajemen Bisnis Total, Jakarta: PT Gramedia. Zelthaml,ValarleA. (1988), Consumer Perceptions of Price, Quality, and Value: AMeans - End Model and Synthesis of Evidence, Journal of Marketiniz Vol. 52 (July 1988 ), pp. 2 - 22, New York: AMA

Zlkmund, William G. (1994), Exploring Marketing Research, Fifth Edition, Orlando : The Dryden Press.

Nama : Najwan / 25212226
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar